Showing posts with label Artikel Ilmiah. Show all posts
Showing posts with label Artikel Ilmiah. Show all posts

Thursday, 22 November 2018

ARTIKEL KIMIA || ASAM BASA KONJUGASI ||


Bronsted-Lowry juga menyatakan bahwa jika suatu asam memberikan proton (H+), maka sisa asam tersebut mempunyai kemampuan untuk bertindak sebagai basa. Sisa asam tersebut dinyatakan sebagai basa konjugasi. Demikian pula untuk basa, jika suatu basa dapat menerima proton (H+), maka zat yang terbentuk mempunyai kemampuan sebagai asam disebut asam konjugasi.



Pada reaksi tersebut terlihat bahwa H2O dapat bersifat sebagai asam dan basa. Zat yang demikian disebut zat amfoter. Zat amfoter artinya zat yang memiliki kemampuan untuk bertindak sebagai asam atau basa. Contoh lain yang termasuk amfoter adalah HCO3.
Contoh basa konjugasi:
Asam → Proton + Basa Konjugasi
HCl(aq) H+(aq) + Cl(aq)
H2O(aq) H+(aq) + OH(aq)
H2SO4(aq) H+(aq) + SO42–(aq)
NH4 +(aq) H+(aq) + NH
Contoh asam konjugasi sebagai berikut.
Basa +Proton → Asam Konjugasi
NH3(aq) + H+(aq) NH4+(aq)
H2O(aq) + H+(aq) H3O+(aq)
OH(aq) + H+(aq) H2O(aq)
CO32–(aq) + H+(aq) HCO3(aq)

Perhatikan reaksi berikut:
HCl(aq) + H2O(l) H3O+(aq) + Cl(aq)
Pasangan asam-basa setelah terjadi serah terima proton dinamakan asam basa konjugasi.
a. HCl dan Cl merupakan pasangan asam-basa konjugasi. HCl adalah asam konjugasi dari Cldan Cl adalah basa konjugasi dari HCl.
b. H2O dan H3O+ merupakan pasangan asam-basa konjugasi. H2O adalah basa konjugasi dari H3O+ dan H3O+ adalah asam konjugasi dari H2O.

Berikut ini contoh pasangan asam-basa konjugasi pada beberapa reaksi.
a. HNO3(aq)+ H2O(l) H3O+(aq)+ NO3(aq)
b. H2O(l) + CN(aq) HCN(aq)+ OH(aq)
c. H2SO4(aq)+ OH(aq) HSO4(aq) + H2O(aq)




ARTIKEL KIMIA || HELIUM ||



Sejarah
(Yunani helios= matahari). Janssen menemukan bukti keberadaan helium pada saat gerhana matahari total tahun 1868 ketika dia mendeteksi sebuah garis baru di spektrum sinar matahari. Lockyer dan Frankland menyarankan pemberian nama helium untuk unsur baru tersebut. Pada tahun 1895, Ramsay menemukan helium di mineral cleveite uranium. Pada saat yang bersamaan kimiawan Swedia Cleve dan Langlet menemukan helium di cleveite. Rutherford dan Roys pada tahun 1907 menunjukkan bahwa partikel-partikel alpha tidak lain adalah nukleus helium.
Sumber
Helium merupakan elemen kedua terbanyak di alam semesta. Helium diproses dari gas alam, karena banyak gas alam yang mengandung gas helium.
Secara spektroskopik helium telah dideteksi keberadaannya di bintang-bintang, terutama di bintang yang panas. Helium juga merupakan komponen penting dalam reaksi proton-proton dan siklus karbon yang memberikan bahan bakar matahari dan bintang-bintang lainnya.
Pemfusian hidrogen menjadi helium menghasilkan energi yang luar biasa dan merupakan proses yang dapat membuat matahari bersinar secara terus-menerus. Kadar helium di udara sekitar 1 dalam 200,000. Walau banyak terdapat dalam berbagai mineral radioaktif sebagai produk-produk radiasi, sebagian besar pasokan helium untuk Amerika Serikat terdapat di sumur-sumur minyak Texas, Oklahoma, dan Kansas. Di luar AS, pabrik ekstraksi helium hanya terdapat di Polandia, Rusia dan di India (data tahun 1984).
Biaya
Harga 1 kaki kubik helium jatuh dari US $2.500 di tahun 1915 menjadi 1.5 sen di tahun 1940. Biro Pertambangan AS telah mematok harga Grade A helium sebesar $37,50 per 1000 kaki kubik di tahun 1986.
Sifat-sifat
Helium memiliki titik lebur paling rendah di antara unsur-unsur dan banyak digunakan dalam riset suhu rendah (cyrogenic) karena titik leburnya dekat dengan 0 derajat Kelvin. Juga, unsur ini sangat vital untuk penelitian superkonduktor.
Dengan menggunakan helium cair, Kurti dkk. beserta yang lainnya telah berhasil mencapai suhu beberapa mikrokelvin dengan proses adiabatic demagnitization nukleus tembaga.
Helium memiliki sifat-sifat unik lainnya, yaitu sebagai satu-satunya benda cair yang tidak bisa diubah bentuknya menjadi benda padat hanya dengan menurunkan suhu. Unsur ini tetap dalam bentuknya yang cair sampai 0 derajat Kelvin pada tekanan normal, tetapi akan segera berbentuk padat jika tekanan udara dinaikkan. 3He dan 4He dalam bentuk padat sangat menarik karena keduanya dapat berubah volume sampai 30% dengan cara memberikan tekanan udara.
Specifikasi panas helium sangat tinggi. Berat jenis gas helium pada titik didih normal juga sangat tinggi. Molekul-molekul gasnya mengembang dengan cepat ketika dipanaskan ke suhu ruangan. Sebuah bejana yang diisi dengan gas helium pada 5 dan 10 Kelvin harus diperlakukan seakan-akan berisikan helium cair karena perubahan tekanan yang tinggi yang berasal dari pemanasan gas ke suhu ruangan.
Secara normal, helium memiliki 0 valensi, tapi ia juga memiliki tendensi untuk menggabungkan diri dengan unsur-unsur lainnya. Cara membuat helium difluorida telah dipelajari dan senyawa HeNe dan ion-ion He+ dan He+ + juga telah diteliti.
Isotop-isotop
Ada 7 isotop helium yang diketahui: helium cair (He-4) yang muncul dalam dua bentuk: He-4I dan He-4II dengan titik transisi pada 2.174K. He-4I (di atas suhu ini) adalah cair, tetapi He-4II (di bawah suhu tersebut) sangat berbeda dari bahan-bahan kimia lainnya. Helium mengembang ketika didinginkan, konduktivitas kalornya sangat tinggi, dan konduksi panas atau viskositasnya tidak menuruti peraturan-peraturan biasanya.
Kegunaan
* Sebagai gas mulia tameng untuk mengelas
* Sebagai gas pelindung dalam menumbuhkan kristal-kristal silikon dan germanium dan dalam memproduksi titanium dan zirkonium
* Sebagai agen pendingin untuk reaktor nuklir
* Sebagai gas yang digunakan di lorong angin (wind tunnels)
Campuran helium dan oksigen digunakan sebagai udara buatan untuk para penyelam dan para pekerja lainnya yang bekerja di bawah tekanan udara tinggi. Perbandingan antara He dan O2 yang berbeda-beda digunakan untuk kedalaman penyelam yang berbeda-beda.
Helium sangat banyak digunakan untuk mengisi balon ketimbang hidrogen yang lebih berbahaya. Salah satu kegunaan helium yang lain adalah untuk menekan bahan bakar cair roket. Roket Saturn, seperti yang digunakan pada misi-misi Apollo, memerlukan sekitar 13 juta kaki kubik He.
Helium cair yang digunakan di Magnetic Resonance Imaging (MRI) tetap bertambah jumlahnya, sejalan dengan ditemukannya banyak kegunaan mesin ini di bidang kesehatan.
Helium juga digunakan untuk balon-balon raksasa yang memasang berbagai iklan perusahaan-perusahaan besar, termasuk Goodyear. Aplikasi lainnya sedang dikembangkan oleh militer AS adalah untuk mendeteksi peluru-peluru misil yang terbang rendah. Badan Antariksa AS NASA juga menggunakan balon-balon berisi gas helium untuk mengambil sampel atmosfer di Antartika untuk menyelidiki penyebab menipisnya lapisan ozon.


Saturday, 20 October 2018

Phalaenopsis violacea (Anggrek Kelip) dan Harum




Menyukai keindahan tanaman anggrek sekaligus aroma harum bunga? Anggrek Phalaenopsis violacea, mungkin salah satu pilihan yang tepat. Anggrek yang masih satu genus dengan Anggrek Bulan (Puspa Pesona Indonesia) ini, terkenal dengan aroma wangi yang khas dan memikat.
Nama latin tumbuhan ini, Phalaenopsis violacea, kerap lebih dikenal. Meskipun oleh beberapa kalangan pencinta anggrek, anggota Orchidaceae ini terkadang disebut dengan nama lokal anggrek kelip. Meskipun nama yang sama kerap juga dipakai untuk saudara dekat anggrek ini, Phalaenopsis bellina.
Kata ‘violacea‘, nampaknya merujuk pada warna sepal dan petalnya yang berwarna violet. Phalaenopsis violacea H.Wittemempunyai beberapa nama sinonim yaitu : Polychilos violacea (H.Witte) Shim, Stauritis violacea (H.Witte) Rchb.f, dan Stauropsis violacea (H.Witte) Rchb.f.

Diskripsi dan Ciri-Ciri Anggrek Phalaenopsis violacea
Anggrek Phalaenopsis violacea
Layaknya jenis anggrek dari genus Phalaenopsis lainnya, Phalaenopsis violacea merupakan tanaman epifit (menumpang pada tumbuhan lain sebagai tempat hidupnya). Tumbuh di daerah yang hangat. Daunnya elip, agak bergelombang, dan menyempit di bagian bawah. Daun berwarna hijau mengilat dengan panjang berkisar antara 20,5-25 cm dan lebar 7-12 cm.
Tangkai bunga pendek dan pipih dengan panjang mencapai 10-25 cm. Bunga muncul satu persatu dari tangkai bunga. Dalam sekali mekar jumlah bunga dalam satu tangkai mencapai 2-5 helai. Bunga ini akan mampu mekar hingga 4 minggu. Setelahnya, bunga selanjutnya akan mekar dari tangkai bunga yang sama dan berulang hingga 2-7 kali.
Ukuran bunga sekitar 3,5 cm. Warna bunga khas warna violet. Namun juga terdapat varietas lain yang yang berwarna agak kebiruan. Selama mekar, bunga anggrek Phalaenopsis violacea akan mengeluarkan aroma wangi yang khas. Bahkan aroma ini dapat tercium hingga radius beberapa meter.
Anggrek Phalaenopsis violacea merupakan tumbuhan asli Indonesia. Secara alami tumbuh di Semenanjung Malaka dan Indonesia. Di Indonesia anggrek jenis ini dapat dijumpai di pulau Sumatera, Mentawai, Simeulue, dan Kalimantan.
Anggrek Phalaenopsis violacea
Phalaenopsis violacea merupakan salah satu anggrek langka. Meskipun banyak dibudidayakan sebagai tanaman hias, namun di habitat liarnya terancam. Tumbuhan ini oleh IUCN Red List dikategorikan sebagai spesies Vulnerable (Rentan Punah). Ancaman terhadap spesies asli Indonesia ini lebih diakibatkan oleh rusaknya habitat baik oleh deforestasi maupun kebakaran hutan.
Yang unik (atau ironis), menilik daftar tumbuhan yang dilindungi di Indonesia berdasarkan lampiran PP. Nomor 7 Tahun 1999, nama spesies ini tidak ditemukan. Yang ada justru spesies dengan nama Phalaenopsis violacose yangtidak ditemukan dalam referensi anggrek di manapun. Kemungkinan terdapat kesalahan penulisan nama latin dalam lampiran Peraturan Pemerintah tersebut. Nama anggrek yang seharusnya Phalaenopsis violacea namun malah ditulis halaenopsis violacose .
Mengingat Phalaenopsis violacea adalah anggrek yang dilindungi (terlepas dari salah penulisan nama), bagi para sahabat hendaknya memastikan anggrek yang dibelinya berasal dari hasil penangkaran resmi. Bukan hasil perburuan dari alam liar guna untuk menjaga kelestarian bunga anggrek nan harum ini dari habitat aslinya.
Referensi :
www.theplantlist.org
www.iucnredlist.org/details/44393331/0
alamendah.org/2012/05/07/daftar-tumbuhan-dilindungi-di-indonesia-catatan-singkat
www.iptek.net.id/ind/pd_anggrek/index.php?id=182
en.wikipedia.org/wiki/Phalaenopsis_violacea
Gambar :
www.orchidexchange.com

Coelogyne speciosa, Anggrek Bibir Berbulu dan Cantik


Coelogyne speciosa atau Anggrek Bibir Berbulu menjadi salah satu anggrek asli Indonesia yang cantik. Nama dan ketenarannya memang kalah dibanding saudaranya, Anggrek Hitam (Coelogyne pandurata), bahkan Anggrek Bibir Berbulu terkesan kurang dikenal di Indonesia. Padahal Anggrek Bibir Berbulu (Coelogyne speciosa) menjadi salah satu bukti eksotisme dan kecantikan anggrek-anggrek asli Indonesia.
Nama latin tumbuhan epifit ini adalah Coelogyne speciosa (Blume) Lindl. Nama sinonim yang menyertainya diantaranya adalah Chelonanthera speciosa Blume, Pleione speciosa (Blume) Kuntze, Coelogyne speciosa var. alba, Coelogyne speciosa var. albicans, dan Coelogyne speciosa var. rubiginosa. Penamaan ‘speciosa’ mengacu pada bentuk bunga anggrek ini berukuran besar dan spektakuler.
Dalam bahasa Inggris kadang dikenal sebagai “Beautiful Coelogyne“. Di Indonesia dikenal sebagai Anggrek Bibir Berbulu. Penamaan ini dimungkinkan karena bunganya memiliki bibir (lebellum) yang khas serta ditumbuhi bulu.






Bunga Anggrek Bibir Berbulu atau Coelogyne speciosa subsp. speciosa
Coelogyne speciosa adalah anggrek epifit. Hidup menempel di batang atau dahan pohon besar. Batangnya membentuk umbi semu (pseudobulb) berbentuk bulat telur dengan panjang sekitar 6 cm dan diameter 2 cm. Umbi semu tersebut bergerombol dan memiliki 1 atau 2 helai daun. Daunnya sendiri memanjang dengan ujung meruncing.
Bunga anggrek Coelogyne speciosa majemuk dengan tangkai berbentuk zig-zag dengan daun pelindung. Bunga memiliki labellum atau bibir yang khas, berukuran besar, bertaju, tidak rata, dan berbulu. Warna dasar labellum putih sampai hijau muda, dengan warna coklat di bagian tengah, dan putih di ujungnya.
Anggrek Bibir Berbulu tumbuh secara alami di hutan hujan tropis dari dataran rendah hingga tinggi. Daerah sebarannya cukup luas yaitu mulai dari Malaysia, Sumatera, Jawa, Kalimantan, hingga kepulauan Nusa Tenggara. Di Indonesia sedikitnya dikenal tiga subspesies anggrek ini yaitu:
  • Coelogyne speciosa subsp. fimbriata, ditemukan hidup di pulau Sumatera
  • Coelogyne speciosa subsp. incarnata, ditemukan hidup di pulau Sumatera dan Jawa
  • Coelogyne speciosa subsp. speciosa, hidup di pulau Jawa, hingga Flores (Nusa Tenggara)

Anggrek Bibir Berbulu atau Coelogyne speciosa subsp. incarnata
Anggrek indah ini diduga masih banyak hidup di alam liar sehingga tidak terdaftar dalam status konservasi IUCN Red List. Namun sebagaimana berbagai jenis anggrek lainnya, Anggrek Bibir Berbulu atau Coelogyne speciosa terdaftar sebagai spesies Appendix II CITES. Di Indonesia, anggrek ini pun tidak termasuk anggrek yang dilindungi.
Klasifikasi ilmiah Anggrek Bibir Berbulu : Kerajaan : Plantae. Divisi : Tracheophyta. Kelas : Liliopsida. Ordo : Asparagales. Famili : Orchidaceae. Genus : Coelogyne. Spesies : Coelogyne speciosa.

Anggrek Selop Paphiopedilum glaucophyllum Endemik Semeru

Anggrek Selop atau anggrek kasut berbulu (Paphiopedilum glaucophyllum) merupakan salah satu tanaman endemik gunung Semeru, Jawa Timur. Sesuai dengan namanya yang unik, anggrek selop atau kasut berbulu mempunyai labellum pada struktur bunganya yang sekilas nampak seperti selop, kasut, atau sepatu.
Anggrek selop merupakan salah satu anggota genus Paphiopedilum yang banyak tumbuh di Asia Tenggara. Anggrek selop yang disebut juga anggrek kasut berbulu dalam bahasa Inggris dikenal sebagai The Shiney Green Leaf Paphiopedilum dan Tropical Ladys-Slipper. Nama latin tanaman ini adalah Paphiopedilum glaucophyllum J.J.Sm. yang bersinonim dengan Cordula glaucophylla (J.J.Sm.) Rolfe, Cypripedium glaucophyllum (J.J.Sm.) Mast., dan Paphiopedilum victoria-regina subsp. Glaucophyllum.
Nama genus Paphiopedilum berasal dari bahaya Yunani ‘Paphos’ (kota suci bagi Aphrodite) dan ‘pedilon‘ (sepatu). Sedangkan glaucophyllum berasal dari bahasa latin ‘glaucus’ yang mencerminkan bagian bibir berwarna ungu hijau dan “phyllus” menggambarkan helai kelopak punggung yang berwarna hijau biru keputihan.


Anggrek selop atau anggrek kasut berbulu (Paphiopedilum glaucophyllum)
Diskripsi Anggrek Selop
Keunikan bunga anggrek ini tergambar dari nama yang disandangnya yaitu memiliki bagian bunga berupa labellum (bibir bunga) yang menyerupai kantong semar atau selop sepatu. Paphiopedilum glaucophyllum adalah anggrek terestrial (tumbuh di tanah) dengan tinggi tumbuhan antara 30 – 45 cm. Daunnya berwarna hijau berbentuk lonjong sepanjang 30 cm.
Bunganya berukuran sekitar 7,5 cm yang terdiri atas kelopak punggung, kelopak samping, dan labellum. Labellum atau bibir bunga inilah yang menjadi ciri khas dengan bentuk kantong berwarna ungu dan bertotol-totol.
Anggrek Selop merupakan tanaman endemik yang hanya ditemukan di lereng-lereng gunung Semeru pada ketinggian 450 – 770 meter dpl. Di habitat alaminya, jenis anggrek ini tumbuh menempel pada dinding-dinding tebing yang tinggi dan curam dengan media tumbuh berupa humus karena anggrek ini merupakan anggrek tanah atau terestrial.
Status Konservasi Anggrek Kasut Berbulu
Anggrek kasut berbulu (Paphiopedilum glaucophyllum) termasuk salah satu jenis anggrek yang dilindungi berdasarkan PP Nomor 7 Tahun 1999 tentang Pengawetan Tumbuhan dan Satwa. Keindahan dan keunikan spesies anggrek ini mengakibatkan perburuan yang tidak terkendali sehingga menjadikannya semakin langka di habitat aslinya.
Oleh CITES (Convention on International Trade in Endangered Species; konvensi perdagangan internasional untuk spesies-spesies tumbuhan dan satwa liar), anggrek endemik ini didaftar dalam Appendix I, yaitu spesies tumbuhan dan satwa liar yang terancam sehingga dilarang dari segala bentuk perdagangan internasional.
Selain spesies anggrek kasut berbulu (Paphiopedilum glaucophyllum) Indonesia juga memiliki beberapa jenis anggrek selop lainnya seperti anggrek kantung kolopaking (P. kolopakingii), anggrek kasut kumis (P. chamberlainianum), anggrek kasut pita (P. praestans), P. liemianum, dan lain-lain.

Klasifikasi ilmiah: Kerajaan: Plantae; Divisi: Magnoliophyta; Kelas: Liliopsida; Ordo: Asparagales; Famili: Orchidaceae; Genus: Paphiopedilum; Spesies: Paphiopedilum glaucophyllum.

Anggrek Larat (Dendrobium phalaenopsis) Anggrek Langka dari Maluku



Anggrek Larat (Dendrobium phalaenopsis) termasuk anggrek langka dari Maluku. Bahkan anggrek Larat termasuk satu dari 12 spesies anggrek langka yang dilindungi di Indonesia. Anggrek Larat (Dendrobium phalaenopsis) juga ditetapkan sebagai flora identitas provinsi Maluku.
Anggrek ini dinamakan Anggrek Larat lantaran pertama kali ditemukan di pulau Larat, Tanimbar, Maluku. Namun lantaran keindahannya itu, semakin hari anggrek larat semakin langka di habitat aslinya.
Anggrek Larat yang dalam bahasa Inggris dikenal sebagai Cooktown Orchid, berkerabat dekat dengan beberapa jenis anggrek lainnya seperti Anggrek Merpati, Anggrek Albert, Anggrek Stuberi, Anggrek Jamrud, Anggrek Karawai, dan Anggrek Kelembai. Dalam bahasa latin tumbuhan ini dikenal sebagai Dendrobium phalaenopsis dengan sinonim Vappodes phalaenopsis, dan Dendrobium bigibbum.

Diskripsi Anggrek Larat. Anggrek Larat yang ditetapkan sebagai flora identitas provinsi Maluku ini mempunyai batang berbentuk gada dengan pangkal berukuran kecil, bagian tengah membesar dan ujungnya mengecil kembali. Daun Anggrek Larat (Dendrobium phalaenopsis) berbentuk lanset dengan ujung tidak simetris. Panjang daunnya kira-kira 12 cm, dengan lebar kira-kira 2 cm.
Bunga Anggrek Larat berwarna keungunan pucat hingga ungu tua. Tersusun dalam bentuk tandan yang tumbuh pada buku-buku batangnya, agak menggantung. Panjang tandan bunganya kurang lebih 60 cm dengan jumlah bunga tiap tandan 6 – 24 kuntum. Masing-masing bunga bergaris tengah kurang lebih 6 cm. Daun Kelopak berbentuk lanset, berwarna keunguan. Daun Mahkota lebih pendek, tetapi lebih lebar dari pada kelopaknya. Pangkalnya sempit dengan ujungnya runcing dan berwarna keunguan. Bibir bertajuk tiga membentuk corong dengan tajuk tengahnya yang lebar, runcing atau meruncing. Buah berbentuk jorong, panjang 3,2 cm namun


Anggrek Larat (Dendrobium phalaenopsis) yang pertama kali di temukan di pulau Larat, Maluku tumbuh baik di daerah panas, pada ketinggian antara 0 – 150 m dpl. Di habitat aslinya, Anggrek yang dijadikan bunga maskot provinsi Maluku ini tumbuh pada pohon-pohonan dan karang-karangan kapur yang mendapat sinar matahari cukup.
Konservasi Anggrek Larat. Anggrek Larat pernah menjadi sangat terkenal di kalangan para pecinta Anggrek, di samping Anggrek Bulan (Phalaenopsis amabilis). Karenanya hingga saat ini banyak sekali anggrek hibrida komersial dendrobium yang merupakan hasil persilangan

Mungkin lantaran itu, di habitat aslinya anggrek Larat semakin langka dan terancam punah. Bunga anggrek yang kemudian ditetapkan sebagai flora identitas provinsi Maluku ini akhirnya ditetapkan menjadfi salah satu dari 12 spesies Anggrek yang langka dan dilindungi di Indonesia berdasarkan Peraturan Pemerintah No. 7 Tahun 1999.
Semoga Si Ungu dari pulau Larat ini masih berkesempatan untuk menebarkan pesona keindahanya di habitat aslinya. 


Anggrek Kantung Kolopaking (Paphiopedilum kolopakingii)




Anggrek atau Paphiopedilum kolopakingii mengingatkan saya akan nama salah seorang seniman Novia Kolopaking yang pernah tenar sebagai pemeran Siti Nurbaya. Saya tidak tahu ada hubungan apa antara Novia Kolopaking yang istri Emha Ainun Najib ini dengan bunga anggrek kantung kolopaking atau Paphiopedilum kolopakingii.
Yang pasti anggrek kantung kolopaking atau Paphiopedilum kolopakingii termasuk salah satu jenis anggrek langka yang indah yang juga merupakan tumbuhan endemik Kalimantan Tengah. Meskipun tidak termasuk dalam daftar merah IUCN tetapi tumbuhan langka ini justru termasuk dalam daftar CITES Apendiks I.
Nama latin tumbuhan ini adalah Paphiopedilum kolopakingii Fowlie yang bersinonim dengan Paphiopedilum topperi Braem & Mohr. Di Indonesia jenis anggrek langkaini mendapatkan nama anggrek kantung kolopaking.
Diskripsi dan Ciri. Anggrek kantung kolopaking (Paphiopedilum kolopakingii) memiliki daun berwarna hijau tua, berbentuk pita dengan ujung membulat dengan panjang antara 20-80 cm dan lebar antara 5-12 cm.
Perbungaan anggrek kantung kolopaking mempunyai panjang 45-90 cm dengan 5-19 kuntum bunga. Tangkai perbungaan berwarna hijau kekuningan. Bunganya berukuran 8-16 cm dengan kelopak putih yang terdapat garis-garis coklat kemrahan atau coklat tua pada uratnya.





Bunga anggrek kantung kolopaking
Bunga anggrek Paphiopedilum kolopakingii hidup di habitat yang berupa batuan berlumut di tepi tempat-tempat berair pada daerah berketinggian antara 600-110 meter dpl. Persebarannya hanya terbatas di darah Kalimantan Tengah.
Pada tahun 1994 anggrek kantung kolopaking pernah terdaftar dalam IUCN Redlist dalam status endangered. Namun saat ini anggrek yang langka ini dievaluasi sebagai spesies yang aman dari kepunahan. Meskipun demikian, CITES tetap memasukkan anggrek bernama latin Paphiopedilum kolopakingiidalam daftar CITES Apendiks I yang berarti kelestarian tumbuhan ini dianggap masih sangat terancam sehingga tidak boleh diperdagangkan dalam bentuk apapun.




Anggrek Paphiopedilum kolopakingii
Kelestarian tumbuhan langka ini terancam oleh laju deforestasi hutan, kebakaran hutan, dan perburuan dan perdagangan ilegal. Sungguh amat disayangkan jika anggrek secantik ini akhirnya punah.
Klasifikasi ilmiah: Kerajaan: Plantae; Divisi: Magnoliophyta; Kelas: Liliopsida; Ordo: Asparagales; Famili:Orchidaceae; Genus: Paphiopedilum; Spesies: Paphiopedilum kolopakingii
Referensi dan gambar:

Anggrek Hitam Liar Makin Kelam




Gambar Anggrek Hitam (Coelogyne pandurata)
Anggrek hitam adalah salah satu spesies anggrek yang dilindungi di Indonesia karena terancam kepunahan di habitat aslinya. Anggrek hitam yang dalam bahasa latin disebut Coelogyne pandurata merupakan flora identitas (maskot) propinsi Kalimantan Timur. Populasi anggrek hitam (Coelogyne pandurata) di habitat asli (liar) semakin langka dan mengalami penurunan yang cukup drastis karena menyusutnya luas hutan dan perburuan untuk dijual kepada para kolektor anggrek.
Anggrek hitam (Coelogyne pandurata), sebagaimana namanya, mempunyai ciri khas pada bunganya yang memiliki lidah (labellum) berwarna hitam. Anggrek langka ini dalam bahasa Inggris disebut sebagai “Black Orchid”. Sedangkan di Kalimantan Timur, Anggrek Hitam yang langka ini mempunyai nama lokal “Kersik Luai”.
Meskipun Anggrek hitam identik dengan Kalimantan tetapi jenis anggrek ini selain di hutan liar Kalimantan juga tumbuh liar di Sumatera, Semenanjung Malaya dan Mindanao, Pulau Luzon dan Pulau Samar Filipina.
Ciri-ciri Angrrek Hitam. Jenis anggrek ini dinamakan Anggrek hitam lantaran memiliki lidah (labellum) berwarna hitam dengan sedikit garis-garis berwarna hijau dan berbulu. Jumlah bunga dalam tiap tandan antara 1 hingga 14 kuntum atau lebih. Garis tengah tiap bunga sekitar 10 cm. Daun Kelopak berbentuk lanset, melancip, berwama hijau muda, panjang 5 – 6 cm, lebar 2 -3 cm. Daun mahkota berbentuk lanset melancip berwarna hijau muda bibir menyerupai biola, tengah-tengahnya terdapat 1 alur, pinggirnya mengeriting, berwama hitam kelam atau coklat tua.
Daun Anggrek hitam berbentuk lonjong berwarna hijau dengan panjang berkisar antara 40 – 50 cm dan lebar antara 2 -10 cm. Sedangkan buah Anggrek hitam berbentuk jorong dengan panjang sekitar 7 cm dan lebar antara 2 – 3 cm. Dari keseluruhan bunga tidak banyak yang menjadi buah.
Ciri khas anggrek hitam lainnya yang membedakan dengan jenis anggrek lainnya adalah mengeluarkan bau semerbak. Biasanya tanaman itu mekar pada Maret sampai Juni. Anggrek hitam sebagaimana anggrek pada umumnya, tumbuh menumpang pada tumbuhan lain (epifit). Biasanya anggrek langka ini menempel pada pohon tua yang hidup di daerah pantai atau rawa.
Anggrek hitam (Coelogyne pandurata) tumbuh di tempat teduh. Umumnya jenis anggrek yang menjadi fauna identitas Kalimantan Timur ini tumbuh di dataran rendah pada pohon-pohon tua, di dekat pantai atau di daerah rawa dataran rendah yang cukup panas dan dekat sungai-sungai di hutan basah.
Tanaman yang epifit (hidup menumpang di tumbuhan lain) ini berkembang biak dengan dengan biji. Namun Anggrek hitam juga dapat dikembangbiakkan dengan cara memisahkan umbi semunya.
Anggrek Hitam Liar yang Makin Kelam. Populasi anggrek hitam (Coelogyne pandurata) di habitatnya yang liar semakin hari semakin langka. Meskipun menurut PP Nomor 7 Tahun 1999 anggrek ini dilindungi dan dilarang diperdagangkan bebas (kecuali hasil penangkaran), namun perburuan yang dilakukan untuk mengambil dan menjual jenis anggrek ini ke kolektor anggrek tidak kunjung mereda.
Selain itu, mulai beralihnya fungsi hutan untuk perkebunan dan pemukiman serta terjadinya kebakaran hutan yang terjadi tiap tahun semakin membuat populasi Anggrek hitam di alam liar semakin terancam kepunahan.
Mungkin para pecinta dan kolektor anggrek sebelum membeli Anggrek hitam musti teliti, apakah anggrek hitam yang dibeli itu hasil penangkaran atau hasil perburuan dari alam liar. Meskipun banyak pecinta anggrek yang mengoleksi Anggrek hitam, tetapi kepunahan spesies ini di alam bebas tetap merupakan kerugian yang besar bagi biodeversity Indonesia. Jangan sampai para pecinta anggrek justru menjadi penyebab utama kepunahan Anggrek hitam di alam liar.
Klasifikasi ilmiah: Kerajaan: Plantae; Divisi: Magnoliophyta; Kelas: Liliopsida; Ordo: Asparagales; Famili: Orchidaceae; Genus: Coelogyne; Spesies: Coelogyne pandurata; Nama binomial: Coelogyne pandurata
Referensi: zipcodezoo.com/Plants/C/Coelogyne_pandurata/
Gambar: http://www.anggrek.org/coelogyne-pandurata.html;