Showing posts with label Education. Show all posts
Showing posts with label Education. Show all posts

Friday, 6 September 2019

Materi Biologi Kelas X dan XI MIPA kurikulum 2013 Edisi Revisi pdf


Rincian Materi :

Kelas X
SEMESTER 1
Bab 1 Hakikat biologi
Bab 2 Virus dan kingdom monera
Bab 3 Kingdom protista dan fungi

SEMESTER 2
Bab 4 Keanekaragaman hayati
Bab 5 Kingdom plantae
Bab 6 Kingdom animalia
Bab 7 Ekosistem


Kelas XI
SEMESTER 1
Bab 1 sel
Bab 2 Jaringan dan organ pada tumbuhan
Bab 3 Jaringan dan organ pada hewan
Bab 4 Sistem gerak
Bab 5 Sistem sirkulasi
Bab 6 Sistem pencernaan

SEMESTER 2
Bab 7   Sistem pernapasan
Bab 8   Sistem koordinasi
Bab 9   Sistem ekskresi
Bab 10 Sistem integumen


Bisa di download disini

Sunday, 27 January 2019

CONTOH ESAI HUBUNGAN OTOT DAN SISTEM OTOT DALAM KAITANNYA DENGAN GERAK || BIOLOGI



Esai ini merupakan tugas individu mata kuliah Struktur Perkembangan Hewan I. Dalam esai ini saya akan membahas hubungan otot dan sistem otot dalam kaitannya dengan gerak. otot dan sistem otot merupakan satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan satu sama lain dalam kaitannya dengan gerak. Keduanya memiliki peranan yang saling melengkapi. Masalah-masalah yang muncul berkenaan dengan terjadinya suatu gerak yang dilakukan oleh hewan maupun pada manusia kerap kali disalah artikan dalam urutan sistem kerja nya suatu gerak yang dilakukan. sehingga perlu adanya penjelasan terkait hubungan dari kedua hal tersebut supaya dapat dijadikan sebagai pedoman ataupun acuan ketika hendak memahami materi tersebut lebih mendalam lagi. hal tersebut yang menuai perhatian saya dan timbul rasa keingintauan untuk mengetahui terkait bagaimanakah hubungan antara otot dan sistem otot dalam kaitannya dengan gerak yang dilakukan. Maka dari itu penulis, melalui tulisan ini akan mencoba memaparkan terkait hal tersebut. Esai ini akan menjelaskan bagaimana keduanya berkerja menghasilkan gerak. Sebelum ke inti pembahasan saya akan memaparkan terlebih dahulu definisi terkait otot dan sistem otot.
Pertama definisi otot, Otot adalah  alat gerak aktif. Otot tersusun atas dua macam elemen dasar, yaitu filamen aktin dan filamen miosin tebal. Kedua filamen ini menyusun miofibril. Miofibril menyusun serabut otot. Kumpulan serabut otot menyusun satu otot. Otot memiliki kemampuan berkontraksi. Otot memendek jika sedang berkontraksi dan memanjang jika sedang berelaksasi. Kontraksi otot terjadi jika otot sedang melakukan kegiatan. Relaksasi otot terjadi jika otot sedang beristirahat. Jika otot berkontraksi, tulang akan terangkat, jika otot relaksasi atau melemas, tulang akan kembali ke kedudukan semula. Dengan demikian, otot memiliki tiga karakter, diantaranya sebagai berikut. Yang pertama Kontraksibilitas, yaitu kemampuan otot untuk memendek. Otot menjadi lebih pendek dari ukuran semula jika otot sedang melakukan kegiatan. Kedua Ekstensibilitas, yaitu kemampuan otot untuk memanjang. Otot menjadi lebih panjang dari ukuran semula. Dan yang terakhir Elastisitas, yaitu kemampuan otot untuk kembali pada ukuran semula. Gerak yang terjadi pada tubuh dilakukan oleh otot polos, otot lurik, dan otot jantung. Otot lurik ini memiliki kumpulan serabut yang dibungkus oleh fasia propris. Kumpulan serabut otot yang dibungkus oleh fasi propia dibungkus oleh selaput superfasialis. Kumpulan otot ini berbentuk kumparan dan terdiri dari beberapa bagian, yaitu: ventrikel (empal) dan urat otot (tendon). Ventrikel adalah bagian tengan yang menggembung, sedangkan urat otot adalah bagian kumpulan otot yang tersusun dari jaringan ikat. Otot dapat berkontraksi karena adanya rangsangan. Umumnya otot berkontraksi bukan karena satu rangsangan. Melainkan karena suatu rangsangan-rangsangan yang berurutan. Rangsangan kedua memperkuat rangsangan pertama dan rangsangan ketiga memperkuat rangsangan kedua. Dengan demikian terjadilah ketegangan atau tonus yang maksimum. Tonus yang maksimum terus menerus disebut tetanus. 


Kedua definisi sistem otot, Sistem otot adalah sistem tubuh yang memiliki fungsi seperti untuk alat gerak, menyimpan glikogen dan menentukan postur tubuh. Terdiri atas otot polos, otot jantung dan otot rangka. Otot merupakan alat gerak aktif yang mampu menggerakkan tulang, kulit dan rambut setelah mendapat rangsangan. Sistem otot adalah jaringan luas otot dan jaringan saraf yang menyebar ke seluruh tubuh. Hal ini dikendalikan oleh sistem saraf pusat, yang mengirim berbagai macam sinyal untuk menjaga tubuh berjalan lancar. Ada lebih dari 650 otot aktif dalam tubuh manusia, dan sistem otot dapat terdiri dari hingga 40% dari berat seseorang. Sistem interkoneksi yang kompleks ini sangat penting bagi kehidupan manusia, tanpa itu, orang tidak bisa bergerak dan melakukan berbagai macam proses tubuh yang penting untuk menjaga tubuh berjalan dengan baik. Ada tiga jenis otot: sadar, tak sadar, dan jantung. Otot jantung, seperti yang Anda bayangkan, terletak di jantung, dan mereka adalah bentuk otot tak sadar. Otot-otot ini menjaga detak jantung, memastikan darah dipompa melalui tubuh. Mereka dikendalikan oleh sistem saraf otonom.

Otot tak sadar melapisi bagian organ internal tubuh, kontraktor dan rileks untuk mendorong berbagai zat ke seluruh tubuh. Otot-otot ini juga dikendalikan oleh sistem saraf otonom, yang mengirim berbagai macam sinyal untuk menjaga mereka bekerja dengan lancar. Otot tak sadar yang juga dikenal sebagai “otot polos,” dan mereka mengontrol hal-hal seperti perut, saluran pencernaan, saluran reproduksi, pernapasan, dan sebagainya. Ketika sinyal ke otot-otot ini terganggu, dapat menjadi bencana.

Otot memiliki hubungan yang sangat erat dengan sistem otot dalam keterkaitannya dengan gerak. Otot sebagai alat geraknya, Sedangkan sistem otot adalah jaringan luas otot dan jaringan saraf yang menyebar ke seluruh tubuh. yang kemudian akan di kendalikan oleh sistem saraf pusat, yang mengirim berbagai macam sinyal untuk melakukan suatu gerak. Hal tersebut sangatlah penting, tanpa itu, orang tidak bisa bergerak dan melakukan berbagai macam proses tubuh yang penting untuk menjaga tubuh berjalan dengan baik
Simpulan
Otot diartikan sebagai alat gerak aktif yang tersusun atas dua macam elemen dasar, yaitu filamen aktin dan filamen miosin tebal. Kedua filamen ini menyusun miofibril. Miofibril menyusun serabut otot. Kumpulan serabut otot menyusun satu otot. Otot memiliki kemampuan berkontraksi, Sementara sistem otot diartikan sebagai sistem tubuh yang memiliki fungsi seperti untuk alat gerak, menyimpan glikogen dan menentukan postur tubuh. Dapat pula di artikan sebagai faktor pendukung terjadinya suatu gerak. Tulang-tulang dapat digerakkan karena adanya otot yang berkontraksi. Bagian otot yang berkontraksi sebenarnya adalah sel - sel otot. Otot berkontraksi karena pengaruh suatu rangsangan melalui saraf. Rangsangan yang tiba ke sel otot akan memengaruhi suatu zat (asetilkolin) yang peka terhadap rangsangan. Asetilkolin adalah zat pemindah rangsangan yang dihasilkan pada bagian ujung saraf. Adanya asetilkolin akan membebaskan ion kalsium yang berada di sel otot. Melalui proses tertentu, adanya ion kalsium menyebabkan protein otot, yaitu aktin dan miosin berikatan membentuk aktomiosin. Hal ini menyebabkan pemendekan sel otot sehingga terjadilah kontraksi. Setelah berkontraksi, ion kalsium masuk kembali ke dalam plasma sel, sehingga menyebabkan lepasnya pelekatan aktin dan miosin yang menyebabkan otot menjadi lemas. Keadaan ini disebut relaksasi.

Otot yang sedang berkontraksi menjadi besar, memendek, dan mengeras. Bila otot berkontraksi, maka tulang-tulang tempat otot melekat akan tertarik sehingga tulang turut bergerak. Adanya pergerakan tulang menyebabkan persendian bergerak pula. Jadi, gerak pada tubuh kita melibatkan kerja sama otot, sistem otot, tulang, sendi, dan  saraf.





Daftar Pustaka

Setiadi. (2007). Anatomi Fisiologi Manusia. Yogyakarta: Graham ilmu

Materisma. 2014. Penjelasan sistem gerak manusia, rangka,tulang,otot dan sendi .[Online]. [http://www.materisma.com/2014/09/penjelasan-sistem-gerak-manusia-rangka-tulang-otot-sendi.html]. [Diakses 18 Januari 2018]





Untuk versi dokument bisa di download disini





Artikel Permasalahan Kurikulum dan Pembelajaran



Dalam artikel ini saya akan mencoba memaparkan mengenai isu-isu kritis atau problematika dalam pendidikan di Indonesia saat ini. Yang akan saya bahas kali ini berkenaan dengan aspek kurikukum dan pembelajaran. Aspek tersebut ternyata menuai berbagai macam problematika yang di alami Indonesia saat ini. Karena hal tersebut sangat berdampak tentunya dalam keberhasilan penyelenggaraan pendidikan. Berikut beberapa problematika yang ada (menurut penulis) :

a.       Kurikulum Indonesia Terlalu Kompleks

Jika dibandingkan dengan kurikulum di negara maju, kurikulum yang dijalankan di Indonesia terlalu kompleks. Hal ini akan berakibat bagi guru dan siswa. Siswa akan terbebani dengan segudang materi yang harus dikuasainya. siswa harus berusaha keras untuk memahami dan mengejar materi yang sudah ditargetkan. Hal ini akan mengakibatkan siswa tidak akan memahami seluruh materi yang diajarkan. Siswa akan lebih memilih untuk mempelajari materi dan hanya memahami sepintas tentang materi tersebut. Dampaknya, pengetahuan siswa akan sangat terbatas dan siswa kurang mengeluarkan potensinya, daya saing siswa akan berkurang.
b.      Seringnya Berganti Nama
Kurikulum di Indonesia sering sekali mengalami perubahan. Namun, perubahan tersebut hanyalah sebatas perubahan nama semata. Tanpa mengubah konsep kurikulum, tentulah tidak akan ada dampak positif dari perubahan kurikulum Indonesia. Bahkan, pengubahan nama kurikulum mampu dijadikan sebagai lahan bisnis oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab.
Dengan bergantinya nama kurikulum yang ada di Indonesia ternyata banyak tidak memberikan manfaat pada proses pendidikan yang ada di Indonesia karena dengan melihat kejadian nyata dilapangan malah menjadi masalah atau menjadi momok bagi sekolah-sekalah dan guru dalam menjalankan tugasnya.
c.       Kurangnya Pemerataan Pendidikan
Meninjau mengenai sarana dan prasarana, hal ini berkatan dengan kurangnya pemerataan yang dilakukan Mendiknas. Selain itu, pemerataan pendidikan juga ditinjau dari segi Satuan Tingkat Perdidikannya. Hal ini berkaitan dengan materi yang diajarkan di sekolah pada Tingkat Satuan Pendidikan tertentu.
Pada tingkat Sekoalah Dasar, siswa diajarkan seluruh konsep dasar seperti membaca, menulis, menghitung dan menggambar. Pada tingkat ini siswa cenderung hanya diajarkan saja, tida mengena pada pemaknaanya. Pada tingkat Sekolah Menengah Pertama dan Sekolah Menengah Atas, pelajaran yang diajukan cenderung hanya berkonsep pada tujuan agar anak mampu mengerjakan soal bukan konsep agar siswa mampu memahami soal.

d.      Pelakasanaan dua kurikulum dalam satu tahun ajaran
 Kurikulum merupakan sebuah acuan yang di buat secara nasional dan menjadi dasar pijakan setiap sekolah atau lembaga pendidikan yang ada di Indonesia dengan tujuan agar terjadinya pemerataan terhadap pengatahuan siswa yang ada di seluruh Indonesia, namun ada yang lucu di dalam pelaksanaan kurikulum yang ada di Indonesia yaitu menjalankan dua kurikulum dalan satu tahun ajaran pendidikan, ini merupakan salah satu masalah yang sangat beasar yang harus di perhatikan oleh pemerinta dalam menjalankan roda pendidikan yang ada di Indonesia.

Sumber : http://puisisangmagister.blogspot.co.id/2017/04/isu-isu-kritis-problematika-pendidikan.html


Sosiologi, Ilmu-Ilmu Sosial lainnya, dan Manfaatya || Sosiologi Sebagai Ilmu || Sosiologi Kelas X

  • SOSIOLOGI DAN ILMU-ILMU SOSIOAL LAINNYA

Sosiologi merupakan ilmu sosial yang obyeknya adalah masyarakat namun demikian sosiologi tetap merupakan ilmu pengetahuan yang berdiri sendiri (karena telah memiliki unsur-unsur sebagai ilmu pengetahuan ). Secara umum dapat dikatakan bahwa ilmu sosiologi adalah mempelajari masyarakat secara keseluruhan beserta hubungan-hubungannya yang terjadi didalamnya.
Untuk jelasnya perlu diadakan perbandingan dengan ilmu sosial lainnya.
a. Segi Ekonomi : yang menjadi perhatiannya adalah bagaimana memproduksi, mendistribusi dan memasarkan barang dan jasa ( hanya segi ekonomi yang dipelajari ) tetapi sosiologi mempelajari unsur-unsur kemasyarakatan secara umum, terutama pola-pola hubungan, keajegan-keajegan yang telah terjadi, misalkan adanya stratifikasi dari segi ekonomi contoh gol ekonomi atas, menengah dan rendah.
b.  Segi Politik : yang dibahas adalah hal-hal yang menyangkut kekuasaan, negara, kebijaksanaan, pengambilan keputusan, pembagian.


Bagaimana hakikat sosiologi sebagai ilmu pengetahuan ??
  • Sosiologi adalah ilmu sosial karena yang dipelajari adalah gejala-gejala  kemasyarakatan.
  • Sosiologi termasuk disiplin ilmu normatif, bukan merupakan disiplin ilmu kategori yang membatasi diri pada kejadian saat ini dan bukan apa yang terjadi atau seharusnya terjadi.
  • Sosiologi termasuk ilmu pengetahuan murni (pure science) dan ilmu pengetahuan terapan.
  • Sosiologi merupakan ilmu pengetahuan abstrak dan bukan ilmu pengetahuan konkret. Artinya yang menjadi perhatian adalah bentuk dan pola peristiwa dalam masyarakat secara menyeluruh, bukan hanya peristiwa itu sendiri.
  • Sosiologi bertujuan menghasilkan pengertian dan pola-pola umum, serta mencari prinsip-prinsip dan hukum-hukum umum dari interaksi manusia, sifat, hakikat, bentuk, isi, dan struktur masyarakat manusia.
  • Sosiologi merupakan ilmu pengetahuan yang empiris dan rasional. Hal ini menyangkut metode yang digunakan.
  • Sosiologi merupakan ilmu pengetahuan umum, artinya sosiologi mempunyai gejala-gejala umum yang ada pada interaksi antara manusia.
Sedangkan yang dibahas sosiologi adalah mengenai bentuk-bentuk kerjasamanya, persaingan ataupun mengenai konflik yang terjadi dan lain sebagainya


  • MANFAAT
Sosiologi membantu kita memahami pola-pola interaksi sosial, dan control sosial. Sosiologi membantu kita mamahami nilai, norma, tradisi dan keyakinan yang    dianut oleh masyarakat-masyarakat lain. Konflik antar budaya yang sering terjadi. Sosiologi membantu kita bersikap tanggap, kritis dan rasional terhadap setiap kenyataan sosial dalam masyarakat, serta mampu mengambil sikap dan tindakan yang tepat terhadap berbagai kenyataan sosial.
Dikaitkan dengan sosiologi hukum maka kegunaan sosiologi hukum adalah Sosiologi hukum berguna untuk memberikan kemampuan-kemampuan bagi pemahaman terhadap hukum di dalam konteks social. Dapat memberikan kemampuan-kemampuan untuk mengadakan analisa terhadap efektivitas hukum dalam masyarakat, baik sebagai sarana pengendalian sosial, sarana untuk mengubah masyarakat dan sarana untuk mengatur interaksi sosial, agar mencapai keadaan sosial tertentu. Dapat mengidentifikasi unsur-unsur kebudayaan manakah yang mempengaruhi isi atau substansi hukum. Lembaga-lembaga manakan yang sangat berpengaruh di dalam pembentukan hukum dan penegakannya. Golongan manakah di dalam masyarakat yang beruntung atau sebaliknya malahan dirugikan dengan adanya hukum-hukum tertentu.


Ruang Lingkup Kajian Sosiologi || Sosiologi Sebagai Ilmu || Sosiologi Kelas X


Sebagai ilmu pengetahuan, sosiologi mengkaji lebih mendalam pada bidangnya dengan cara bervariasi.  Misalnya seorang sosiolog mengkaji dan mengamati kenakalan remaja di Indonesia saat ini, mereka akan mengkaji mengapa remaja tersebut nakal, mulai kapan remaja tersebut berperilaku nakal, sampai memberikan alternatif pemecahan masalah tersebut. Hampir semua gejala sosial yang terjadi di desa maupun di kota baik individu ataupun kelompok, merupakan ruang kajian yang cocok bagi sosiologi, asalkan menggunakan prosedur ilmiah. Ruang lingkup kajian sosiologi lebih luas dari ilmu sosial lainnya. Hal ini dikarenakan ruang lingkup sosiologi mencakup semua interaksi sosial yang berlangsung antara individu dengan individu, individu dengan kelompok, serta kelompok dengan kelompok di lingkugan masyarakat. Ruang lingkup kajian sosiologi tersebut jika dirincikan menjadi beberapa hal, misalnya antara lain:

  • Ekonomi beserta kegiatan usahanya secara prinsipil yang berhubungan dengan produksi, distribusi,dan penggunaan sumber-sumber kekayaan alam;
  • Masalah manajemen yaitu pihak-pihak yang membuat kajian, berkaitan dengan apa yang dialami warganya;
  • Persoalan sejarah yaitu berhubungan dengan catatan kronologis, misalnya usaha kegiatan manusia beserta prestasinya yang tercatat, dan sebagainya.
Sosiologi menggabungkan data dari berbagai ilmu pengetahuan sebagai dasar penelitiannya. Dengan demikian sosiologi dapat dihubungkan dengan kejadian sejarah, sepanjang kejadian itu memberikan keterangan beserta uraian proses berlangsungnya hidup kelompok-kelompok, atau beberapa peristiwa dalam perjalanan sejarah dari kelompok manusia. Sebagai contoh, riwayat suatu negara dapat dipelajari dengan mengungkapkan latar belakang terbentuknya suatu negara, faktor-faktor, prinsip-prinsip suatu negara sampai perjalanan negara di masa yang akan datang. Sosiologi mempertumbuhkan semua lingkungan dan kebiasaan manusia, sepanjang kenyataan yang ada dalam kehidupan manusia dan dapat memengaruhi pengalaman yang dirasakan manusia, serta proses dalam kelompoknya. Selama kelompok itu ada, maka selama itu pula akan terlihat bentuk-bentuk, cara-cara, standar, mekanisme, masalah, dan perkembangan sifat kelompok tersebut. Semua faktor tersebut dapat memengaruhi hubungan antara manusia dan berpengaruh terhadap analisis sosiologi.

Metode - Metode Sosiologi || Sosiologi Sebagai Ilmu || Sosiologi Kelas X

Metode merupakan cara kerja yang digunakan untuk memudahkan kita dalam melaksanakan suatu pekerjaan atau kegiatan, agar tercapai tujuan seperti yang telah kita tentukan dan harapkan. Metode sekurang-kurangnya memiliki beberapa ciri pokok, yaitu sebagai berikut.
1. Ada permasalahan yang akan dikaji atau diteliti.
2. Ada hipotesis, yaitu kesimpulan yang bersifat sementara, yang harus dibuktikan kebenarannya melalui data. Hipotesis merupakan jawaban sementara atas permasalahan yang akan dikaji melalui teori yang ada.
3. Ada usulan mengenai cara kerja atau cara penyelesaian permasalahan dari hipotesis yang ada.
Dalam penelitian sosiologi, kita menggunakan dua metode, yaitu metode kualitatif dan kuantitatif.
1. Metode Kualitatif
Metode ini mengutamakan cara kerja dengan menjabarkan data yang diperoleh. Metode ini dipakai apabila data hasil penelitian tidak dapat diukur dengan angka atau dengan ukuran lain yang bersifat eksak. Istilah penelitian kualitatif dimaksudkan sebagai jenis penelitian yang temuan-temuannya tidak diperoleh melalui prosedur statistik atau bentuk hitungan lainnya. Contohnya penelitian tentang kehidupan, riwayat, dan perilaku seseorang, di samping juga tentang peranan organisasi, pergerakan sosial, atau hubungan timbal balik. Sebagian datanya dapat dihitung sebagaimana data sensus, namun analisisnya bersifat kualitatif.

2. Metode Kuantitatif
Metode ini digunakan dalam penelitian yang analisis datanya mengutamakan keterangan berdasarkan angka-angka. Penelitian yang dilakukan dengan menggunakan metode ini adalah survei dan eksperimen. Gejala yang diteliti diukur dengan skala, indeks, tabel, atau formula-formula tertentu yang cenderung menggunakan uji statistik. Apakah perbedaan antara dua metode yang telah kita bahas di atas? Beberapa perbedaan mendasar dari dua metode tersebut dapat kamu pahami pada tabel berikut ini.
Di samping metode-metode tersebut, ada beberapa metode yang sering digunakan sosiologi untuk menelaah masyarakat didasarkan pada jenisnya. Metode-metode tersebut meliputi metode induktif, deduktif, fungsionalisme, empiris, dan rasionalistis.

1. Metode induktif adalah metode yang mempelajari suatu gejala khusus untuk mendapatkan kaidah-kaidah yang berlaku umum dalam lapangan yang lebih luas.

2. Metode deduktif adalah metode yang menggunakan proses yang berkebalikan dengan metode induktif, yaitu dimulai dengan kaidah-kaidah yang dianggap berlaku umum untuk kemudian dipelajari dalam keadaan yang bersifat khusus.

3. Metode fungsionalisme adalah metode yang bertujuan untuk meneliti fungsi lembaga kemasyarakatan dan struktur sosial dalam masyarakat. Metode ini memiliki gagasan pokok bahwa unsur-unsur yang membentuk masyarakat mempunyai hubungan timbal balik yang saling memengaruhi dan masing-masing mempunyai fungsi tersendiri dalam masyarakat.

4. Metode empiris adalah metode yang mendasarkan diri kepada keadaan-keadaan yang dengan nyata diperoleh dari dalam masyarakat.

5. Metode rasionalistis adalah metode yang mengutamakan penilaian dengan logika dan pikiran sehat untuk mencapai pengertian tentang kemasyarakatan.